Bantuan Biaya Pendidikan Bidik Misi

Home/Bantuan Biaya Pendidikan Bidik Misi
Bantuan Biaya Pendidikan Bidik Misi 2016-02-09T13:53:04+00:00

SASARAN PROGRAM

Sasaran program ini adalah lulusan satuan pendidikan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat tahun 2015 dan 2016 yang tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik.

PERSYARATAN

Persyaratan untuk mendaftar tahun 2015 adalah sebagai berikut:

  • Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2016.
  • Lulusan tahun 2015 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguran tinggi
  • Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun
  • Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
    • Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM);
    • Pemegang Kartu Pengaman Sosial (KPS) atau sejenisnya;
    • Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) sebesar-besarnya Rp. 3.000.000,00 per bulan. Pendapatan yang dimaksud meliputi seluruh penghasilan yang diperoleh. Untuk pekerjaan nonformal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata-rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir; dan atau
    • diperoleh. Untuk pekerjaan nonformal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata-rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir; dan atau
    • Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp. 750.000,00 setiap bulannya.
  • Pendidikan orangtua/wali setingi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma IV;
  • Berpotensi akademik baik berdasarkan rekomendasi kepala sekolah.

KUOTA PENERIMA BANTUAN PEMBIAYAAN

uota PTS melalui seleksi mandiri ditetapkan oleh Kopertis berdasarkan:

  • Jumlah program studi yang memenuhi persyaratan akreditasi, dengan proporsi maksimal 20% dari total mahasiswa baru;
  • Kondisi geografis, karakteristik sosial ekonomi sekitar perguruan tinggi untuk kekhususan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal);
  • Ketaatan perguruan tinggi terhadap azas pengelolaan yang baik;
  • Permintaan perguruan tinggi swasta.

Kuota untuk PTS termasuk penentuan program studi dilakukan oleh Ditjen Dikti bersama Kopertis Wilayah dengan kriteria khusus.

KOMPONEN PEMBIAYAAN

Sebagai Penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi di Universitas Islam Indonesia, mahasiswa berhak untuk mendapatkan bantuan biaya pendidikan yang meliputi:

  • Biaya Pendaftaran Masuk Perguruan Tinggi.
  • Bantuan biaya penyelenggaraan yang dikelola perguruan tinggi, maksimal Rp. 2.400.000,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) per-semester per-mahasiswa yang dapat digunakan untuk:
    • Biaya yang dibayarkan saat pertama masuk ke perguruan tinggi;
    • UKT Khusus Bidikmisi/SPP/Biaya kuliah yang dibayarkan ke perguruan tinggi;
    • Penggunaan lain sesuai rencana kerja dan anggaran perguruan tinggi.
  • Bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada Pihak Kedua, minimal sebesar Rp. 3.600.000,00 (tiga juta enam ratus ribu rupiah) per-semester.
  • Biaya kedatangan atau resettlement dialokasikan sebesar 50% kuota/jumlah mahasiswa baru @ Rp. 1.500.000,00 dapat digunakan sebagai urutan prioritas sebagai berikut:
    • Penggantian biaya transport untuk mahasiswa yang berasal dari luar kabupaten/kota untuk 1 (satu) kali dari tempat asal menuju perguruan tinggi sesuai dengan jarak dan ketentuan yang berlaku (Permenkeu Nomor 84/PMK.02/2011 atau Permenkeu Nomor 113/PMK.05/2012 bagi mahasiswa yang tidak dapat menunjukkan bukti tiket perjalanan);
    • Biaya hidup sementara bagi calon mahasiswa yang berasal dari luar kota yang besarnya maksimum setara dengan bantuan biaya hidup 1 (satu) bulan;
    • Biaya pengelolaan (seleksi dan atau verifikasi data calon mahasiswa penerima Bidikmisi dalam bentuk penilaian berkas, visitasi, wawancara, dan sejenis);
    • Kegiatan terkait dengan orientasi mahasiswa baru, misalnya pengenalan kehidupan kampus, bantuan pendampingan berbasis kegiatan, dll.

Rincian, besaran dana, serta kekurangan bantuan biaya penyelenggaraan sebagaimana dimaksud sebelumnya ditetapkan dengan Keputusan Rektor berdasarkan usulan Pengelola Beasiswa.

JANGKA WAKTU PEMBERIAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN

  • Bantuan biaya pendidikan Bidikmisi diberikan sejak Pihak Kedua ditetapkan sebagai penerima Bidikmisi di Universitas Islam Indonesia, yaitu 8 (delapan) semester untuk program Diploma IV dan S1, serta 6 (enam) semester untuk program Diploma III.
  • Bantuan biaya pendidikan Bidikmisi akan dievaluasi setiap tahun, dan bantuan biaya pendidikan Bidikmisi dapat diperpanjang jika penerima beasiswa memenuhi kualifikasi minimal dalam proses monitoring dan evaluasi yang dilakukan tiap tahun oleh universitas.

MEKANISME PENDAFTARAN DAN SELEKSI

TAHAP I – PENDAFTARAN DARING (ONLINE)

  1. Tahapan pendaftaran Bidikmisi
  • Sekolah mendaftarkan diri sebagai instansi pemberi rekomendasi ke http://bidikmisi.dikti.go.id/sekolah/ dengan melampirkan hasil pindaian (scan) untuk mendapatkan nomor Kode Akses Sekolah;
  • Ditjen Dikti memverifikasi pendaftaran dalam kurun waktu 1 x 24 jam pada hari dan jam kerja;
  • Sekolah merekomendasikan masing-masing siswa melalui http://bidikmisi.dikti.go.id/sekolah/loginmenggunakan kombinasi NPSN dan Kode akses yang telah diverifikasi;
  • Sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada masing masing siswa yang sudah direkomendasikan;
  • Siswa mendaftar melalui laman http://bidikmisi.dikti.go.id/siswa/login dan menyelesaikan semua tahapan yang diminta didalam sistem pendaftaran.

2. Siswa yang mendaftar melengkapi berkas yang dibawa pada saat pendaftaran ulang seleksi masuk, yaitu :

  • Kartu peserta dan formulir pendaftaran program Bidikmisi yang dicetak dari sistem Bidikmisi;
  • Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah;
  • Fotokopi rapor semester 1 (satu) sampai dengan 6 (enam) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah;
  • Kartu Pengaman Sosial (KPS/BSM) (jika merupakan penerima BSM;
  • Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala desa/Kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat;
  • Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang susunan keluarga;
  • Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/wali-nya

TAHAP II – SELEKSI OLEH PERGURUAN TINGGI SWASTA

  1. Seleksi ditentukan oleh masing-masing PTS dengan memprioritaskan:
    • Pendaftar yang mempunyai potensi akademik yang paling tinggi;
    • Pendaftar yang paling tidak mampu secara ekonomi; dan
    • Memperhatikan asal daerah pendaftar;
    • Untuk memastikan kondisi ekonomi pendaftar, maka UII akan melakukan verifikasi ke alamat calon mahasiswa pendaftar.
  2. Kunjungan ke alamat pendaftar dapat dilakukan dengan mendayagunakan  mahasiswa PTS yang bersangkutan atau PTS dari domisili pendaftar dengan mekanisme yang disetujui bersama.
  3. Pelamar Bidikmisi penerima BSM dan/atau memiliki KPS dan sejenisnya dapat dikecualikan dalam proses verifikasi kelayakan ekonomi. Namun jika di kemudian hari ditemukan ternyata tidak layak dapat dikenai sanksi.
  4. Hasil seleksi calon mahasiswa diumumkan oleh panitia seleksi PTS dan  diinformasikan  ke Ditjen Dikti  melalui Sistem  Informasi Manajemen Bidikmisi.

TAHAP III – PENCALONAN DAN PENETAPAN

Penetapan penerima bantuan biaya pendidikan Bidikmisi dilakukan melalui tata cara sebagai berikut:

  1. Perguruan tinggi dapat melakukan koordinasi dengan PTS lain dari asal daerah pendaftar untuk melakukan visitasi/verifikasi.
  2. Pelamar Bidikmisi penerima BSM dan/atau memiliki KPS dan sejenisnya dapat dikecualikan dalam proses verifikasi kelayakan ekonomi. Namun jika di kemudian hari ditemukan ternyata tidak layak dapat dikenai sanksi.
  3. Sesuai pengumuman hasil seleksi mandiri dan nasional, calon mahasiswa melakukan daftar ulang di perguruan tinggi masing-masing.
  4. Perguruan Tinggi melakukan pencalonan melalui SIM BIDIKMISI untuk pelamar Bidikmisi yang telah mendaftar ulang.
  5. Rektor/Direktur/Ketua perguruan tinggi menerbitkan Surat Keputusan tentang Penetapan Penerima Bidikmisi untuk mahasiswa yang telah melakukan daftar ulang.
  6. Perguruan tinggi melakukan penetapan calon menggunakan fasilitas SIM Bidikmisi.
  7. Surat Keputusan dimaksud dikirimkan ke Ditjen Dikti dan dilaporkan ke SIM Bidikmisi.

WAKTU PENYELENGGARAAN

Penyelenggaraan seleksi Bidikmisi pada umumnya mengikuti jadwal yang diberikan oleh Kopertis Wilayah dan disesuaikan dengan jadwal dari perguruan tinggi. Update jadwal penyelenggaraan dan informasi lebih lanjut dapat dilihat di laman http://bidikmisi.dikti.go.id.